Asal Usul Kata Betawi

Betawi

Merupakan sebutan lain untuk kota Jakarta dan sekaligus sebutan untuk
masyarakat pribumi yang berdiam di Jakarta Asal – usul penyebutan nama Betawi ini ada
beberapa versi.

Versi pertama menyebutkan bahwa nama Betawi berasal dari pelesetan nama
Batavia. Nama Batavia berasal dari nama yang diberikan oleh J.P Coen untuk kota yang
harus dibangunnya pada awal kekuasaan VOC di Jakarta. Kota Batavia yang dibangun
Coen itu sekarang disebut Kota atau Kota lama Jakarta. Karena asing bagi masyarakat
pribumi dengan kata Batavia, maka sering dibaca dengan Betawi.

Versi kedua menyebutkan bahwa nama Betawi mempunyai sastra lisan yang
berawal dari peristiwa sejarah yang bermula dari penyerangan Sultan Agung (Mataram)
ke Kota berbenteng , Batavia. Karena dikepung berhari – hari dan sudah kehabisan
amunisi, maka anak buah (serdadu) J.P. Coen terpaksa membuat peluru meriam dari
kotoran manusia Kotoran manusia yang ditembakkan kepasukan Mataram itu
mendatangkan bau yang tidak sedap, secara spontan pasukan Mataram yang umumnya
adalah orang Jawa berteriak menyebut mambu tai….., mambu tai. Kemudian dalam
percakapan sehari – hari sering disebut Kota Batavia dengan kota bau tai dan selanjutnya berubah dengan sebutan Betawi.

negeriads.com solusi berpromosi


social bookmarking indonesia


Sebar Iklan gratis


Layanan Iklan Baris Gratis Berpromosi


Iklan Network Solusi Berpromosi

2 komentar:

  1. Versi lain, Betawi merupakan kosa kata Melayu Sambas (Kalimantan Barat) yang berarti Subang/Anting. Penduduk Melayu Sambas merupakan etnis dominan yang pada abad 10 menggeser kedudukan bahasa Sunda Kawi sebagai Lingua Franca.

    Saat terjadi persaingan antara wong Melayu yaitu Kerajaan Sriwijaya dengan wong Jawa yang tak lain adalah Kerajaan Kediri. Persaingan ini kemudian menjadi perang dan membawa Cina ikut campur sebagai penengah karena perniagaan mereka terganggu. Perdamaian tercapai, kendali lautan dibagi dua, sebelah timur mulai dari Cimanuk dikendalikan Sriwijaya, sebelah timur mulai dari Kediri dikendalikan Kediri. Artinya pelabuhan Kalapa termasuk kendali Sriwijaya.

    Sriwijaya kemudian meminta mitranya yaitu Syailendra di Jawa Tengah untuk membantu mengawasi perairan teritorial Sriwijaya di Jawa bagian barat. Tetapi ternyata Syailendara abai maka Sriwijaya mendatangkan migran suku Melayu Kalimantan bagian barat ke Kalapa.

    BalasHapus