MELEPASKAN DIRI DARI ENERGI NEGATIF

Seorang petugas kebersihan di UI mengeluhkan gajinya yang dianggapnya kecil, beban hidup semakin berat, dan kondisi kerja tidak senyaman dahulu. Tahukah anda berapa gajinya? Dia memiliki take home pay lebih dari 3 juta, lebih besar dari diriku

Mendengar keluhan yang terus menerus hanya mengaliri jiwa kita dengan energi negatif. Dampak yang muncul adalah  berperasangka buruk baik kepada orang lain ataupun lembaga, iri, dengki, gampang menyerah, gampang marah, mudah bosan dan pikiran negatif lainnya .

Supaya diri kita tidak terpengaruh dengan energi negatif dari orang lain, ada baiknya jika kita segera mengalihkan pembicaraan yang berisi keluhan-keluhan atau gunjingan negatif lainnya. Jika tidak kuasa mencegahnya, dan kondisi diri tidak dalam kontrol dan pikiran jernih, maka langkah undur diri harus dilakukan. Disamping untuk kebaikan kita, tidak mendengarkan keluhan negatif sebenarnya untuk kebaikan dirinya. Mendengar orang yang terus menerus berkeluh kesah saja sudah teraliri energi negatif , apalagi bagi yang terus menerus mengucapkannya.

Anehnya, orang yang terbiasa berkeluh kesah bisanya susah menghilangkan kebiasaannya, walaupun secara ekonomi termasuk menengah ke atas, memiliki organ tubuh yang lengkap, pekerjaan yang mapan, ataupun fasilitas yang memadai. Tetap saja bagiorang yang mudah mengeluh selalu ada saja yang dikeluhkan.

Berbeda dengan orang-orang yang memang baru terkena musibah, atupun dalam kondisi yang memberatkan jiwanya, mendengar keluhannya dan berusaha untuk  mencari penyelesaian dari permasalahannya, atau sekedar empathy   merupakan langkah yang bijak.

Selain mengalihkan pembicaraan dari berbagai keluhan atau mengundurkan diri dari forum pergunjingan, sebenarnya ada langkah yang bisa diambil, yaitu memperkuat diri dengan tetap berfikir jernih dan mengontrol diri, kita anggap bahwa keluhan-keluhan itu sebagai suatu hal yang harus dicari solusinya ataupun dapat menjadi pembelajaran bagi hidup kita.

Membentengi diri kita agar kita kuat dari segala pengaruh negatif, bagaikan tubuh yang kuat dikelilingi oleh virus dan bakteri, dimana akan tetap sehat dan tidak sakit. Diperlukan latihan yang rutin untuk mewujudkannya. Latihan yang rutin di sini adalah membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan banyak orang, bersilaturakhim, dan bergaul dengan berbagai macam suku bangsa, status, pendidikan dan profesi.

Ketika kita sudah memiliki kekuatan dalam menanggulangi energi negatif dari kebiasaan orang yang berkeluh kesah, maka kita akan dapat mengambil barbagai macam pelajaran. Orang yang terus menerus berkeluh kesah tidak akan mendapatkan apa-apa, dan kita akan mendapatkan pelajaran tanpa harus mengalami nasib  yang barangkali kurang beruntung.

Pelajaran yang didapat dari petugas kebersihan tersebut adalah “ketiadaan bersyukur padaNya yang membuat hidup tidak terasa nikmat, bahkan sesuatu yang yang sebenarnya anugrahpun tetap dianggap suatu cobaan baginya”.

Orang cenderung merasa kurang terus manakala melihat yang diatas, sehingga yang terjadi pada orang itu adalah merasa Tuhan tidak adil, pimpinan tidak bijak, lingkungan tidak mendukung, banyak orang menganiayanya dan seabrek pikiran negatif yang jluntrungnya hanya membuat energi negatif bersemayam dalam tubuhnya.

Bagi yang senang berkeluh kesah, hilangkan segera, sebelum pikiran alam bawah sadarmu mengajak ke arah itu. Jika alam bawah sadar ini telah menuntun pada hal-hal negatif, maka mengubahnya merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Jika alam bawah sadar telah menuntun supaya lidah selalu berkeluh kesah, maka dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun keluh kesah itu selalu tetap ada pada diri orang tersebut.**

from : komunitas.ui.ac.id (sony pawoko)

0 comments:

Posting Komentar